Minggu, 17 Juni 2012

Belum waktunya aja



Gua adalah tokoh utama dalam dalam hidup gua sendiri, tapi gua ngerasa gagal berperan sebagai tokoh utama. Gua gak pernah bisa jadi tokoh utama bahkan dalam hidup gua sendiri. Gua gak bisa jadi diri sendiri, jadi apa yang gua mau. Gua hanya mencoba menjadi lebih baik dengan mengikuti semua masukan yang gua terima dalam hidup gua, melihat yang baik dari orang lain dan mencoba memakainya pada diri gua. Secara teori itu akan membuat gua jadi lebih baik. Tapi kenyataannya, gua gak pernah bisa menjadi diri gua sendiri, gua selalu gagal dalam segala hal. Memang karakter, pandangan, cara dan pola pikir, juga filosofi setiap orang itu berbeda dan memang harus beda. Hasilnya kita yang menentukan itu berhasil  atau enggak tergantung bagaimana kita menjalaninya saja.
Gua selalu berandai-andai gua jadi seperti orang lain bahkan lebih dari orang lain. Bermimpi itu memang baik, tapi menghayal itu tidak. Karna menghayal hanya akan terus ada dalam angan-angan kita, tapi dengan mimpi, kita akan mulai berani melangkah. Gua sadar beberapa hal termasuk hal yang seperti ini. Tapi gua gak pernah bisa nemuin cara agar gua berani memulainya. Selama ini gua cuma bisa ngumpulin teori, gak pernah bisa berbuat. Gua masih seperti debu yang Cuma ngikutin arah angin berhembus, seperti ilalang yang tak punya akar, seperti burung yang tak menemukan pohon rindang dan hanya ingin terbang. Gua gak Cuma butuh sesuatu yang kuat untuk gua pegang, tapi juga sesuatu yang bisa memegangku dengan erat.
Kadang Gua ngerasa, gua masih mencari sesuatu dan belum menemukannya. Dan parahnya gua gak tau apa yang gua cari. Hanya itu yang selalu menghantui gua. Gua sadar itu gak seharusnya terjadi, seharusnya gua menghiraukannya dan mulai untuk memulai sesuatu. Yah, pada akhirnya gua Cuma bisa bilang, mungkin belum waktunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar